Login | Daftar
  • Selamat Datang di Website Resmi RSD Mangusada Kabupaten Badung

Pencarian Promosi Kesehatan

Mengapa jerawat dibenci oleh berbagai kalangan?


Jumat 22 Maret 2019 Oleh : dr. Natalia Purnama (Dokter Residen Kulit dan Kela | 22 Maret 2019 | Hit : 248

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF

Pubertas adalah salah satu hal yang kita tidak dapat lewatkan. Kita lihat dari sebagian anak muda akan merasakan kurang percaya diri, dan memikirkan hal yang negatif dengan penampilan mereka bahkan diri mereka sendiri, apalagi untuk anak-anak muda yang ditumbuhi jerawat yang membandel. Sering kali orang berkomentar yang tidak mengenakkan terhadap mereka. Tetapi bagaimana setiap individual merespon keadaan kulit mereka yang berjerawat tentu saja berbeda-beda, ada yang biasa saja dan ada juga yang stress menanggapinya. Secara keseluruhan, rasa cemas, pikiran yang depresi dan kurang rasa percaya diri dimiliki oleh orang yang berjerawat. Jerawat adalah suatu peradangan kronis di kelenjar keringat dimana pori-pori tersumbat dengan peradangan sel kulit yang mati di kelenjar rambut atau kelenjar minyak. Tetapi, acne (jerawat) dapat berupa lesi yang tidak meradang, lesi yang meradang, atau keduanya; sebagian besar terdapat di muka, dapat juga di punggung atau dada.     

Beberapa tipe-tipe jerawat:

  

Sebenarnya apa saja sih penyebab jerawat?

Ketika kelenjar sebasea terjadi pada saat pubertas, dirangsang oleh hormon androgen baik laki-laki maupun perempuan. Minyak sebenarnya adalah zat natural untuk melindungi kulit. Tetapi ada beberapa faktor, dimana sel yang dekat dengan permukaan menyumbat pori-pori kelenjar keringat dan menyebabkan minyak menumpuk di bawah kulit. Minyak ini menyebabkan bakteri hidup di kulit, dan biasanya bila dalam jumlah banyak dan dapat menyebabkan radang di area sekitarnya.

Bila peradangan dekat dengan permukaan, maka terjadilah pustul (kantong yang berisi nanah); bila makin dalam, akan terjadi papule (tonjolan yang kemerahan); makin jauh ke dalam, akan terjadi cyst (kantong yang berisi cairan).

Biasanya kita sering jumpai komedo dengan adanya whitehead dan blackhead ini, maka dapat ditegakkan diagnosis untuk acne. Perbedaan antara kedua itu ialah whitehead – minyak yang menyumbat permukaan kulit; sedangkan blackhead – bila minyak yang ada dipermukaan kulit teroksidasi.

  1. Produksi sebum yang berlebih

    Sebum adalah zat berminyak yang terutama terdiri dari lemak, keratin, dan bahan selular yang diproduksi oleh kelenjar sebasea di kulit.

  2. Infeksi dari bakteri Propionibacterium acnes

  3. Kosmetik

  4. Berperannya faktor genetik

  5. Makanan contohnya coklat, junk food, gorengan, makanan-makanan yang manis

  6. Hormon androgen

  7. Obat-obatan (prednisone golongan steroid yang umumnya untuk atlit, binaragawan)

 

Gejala klinis yang perlu kita ketahui yaitu bekas jerawat yang bersifat permanen (peradangan di bagian kulit yang lapisan dalam), bercak hitam yang akan memudar dalam waktu bulan bahkan hingga tahunan (bercak hitam disebabkan oleh peradangan yang merangsang sel melanosit yang memproduksi melanin).

Pengobatan apa saja yang dibutuhkan yang setidaknya mengurangi dan membantu rasa percaya diri?

Sebenarnya ada banyak rekomendasi yang dipercaya untuk mengurangi peradangan, memanipulasi hormon, membunuh bakteri P.acnes dan mencegah penyumbatan produksi sebum. 

Produk-produk yang dapat diaplikasikan ke kulit yaitu:

  1. Benzoil peroksida

Produk yang dapat dipakai untuk jerawat ringan atau sedang, di folikel rambut, benzoil peroksida ini membunuh bakteri yang menyebabkan jerawat dengan mengoksidasi melalui pembentukan asam benzoat dan radikal bebas. Yang dipercaya dapat mengganggu metabolisme dari bakteri tersebut. Efek sampingnya adalah pengelupasan kulit yang berlebihan, kulit wajah cenderung lebih kering dan kemerahan.

  1. Retinoids

Obat yang dapat dipakai untuk mengurangi peradangan, menormalkan siklus sel folikel, dan mengurangi produksi sebum. Retinoid berstruktur seperti Vitamin A. Efek samping dari retinoid dapat mengiritasi kulit.

  1. Asam salisilat

Fungsinya untuk membantu mengurangi produksi bakteri penyebab jerawat, dan juga membantu membuka pori-pori yang tersumbat. Efek sampingnya membuat kulit wajah menjadi kering.

  1. Antibiotik dapat dipakai secara oral maupun topikal, tetapi tidak boleh dipakai bersamaan. Contohnya : Clindamycin, erythromycin, dan golongan tetracyclines.

Secara oral dengan antibiotik oral efektivitasnya lebih baik daripada yang topikal.

  1. Hormonal ( pil KB ) yang dipercaya dapat menurunkan hormon androgen dengan cara mengurangi produksi sebum di kulit wajah.

Secara pengobatan tunggal sering kali kurang efektif, maka dapat dikombinasi antibiotik dan benzoil peroksida, antibiotik and topikal retinoid atau  topikal retinoid and benzoil peroksida.

Nah, dari penjelasan diatas tentu sangat mudah dimengerti sulitnya mengatasi jerawat, faktor utama terdapat pada pasien itu sendiri. Sedangkan obat-obatan yang diberikan dokter akan berfungsi baik bila jerawat dikelola yang baik oleh pasien itu sendiri. Mengatasi jerawat tidaklah sulit bila ada kesadaran untuk menjaga faktor-faktor pencetusnya. Mengatasi jerawat adalah melakukan perawatan, mulailah dari diri sendiri.


Ikuti Kami

Jajak Pendapat

Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website Resmi Rumah Sakit Daerah Mangusada Kabupaten Badung?
    Responden : 73 Responden

Statistik Pengunjung

TOTAL HIT : 126401

Pengunjung hari ini : 190

Total pengunjung : 9507

Hits hari ini : 2298

Total Hits : 126401

Pengunjung Online: 2

Statistik

Copyright © 2019 Website Resmi RSD Mangusada - All Right Reserved.