Login | Daftar
  • Selamat Datang di Website Resmi RSD Mangusada Kabupaten Badung

Pencarian Promosi Kesehatan

STUNTING


Senin 29 April 2019 Oleh : Tim Humas Mangusada | 29 April 2019 | Hit : 126

Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF

Oleh dr. Anak Agung Ayu Windi Antari, Sp.A
Dokter Spesialis Anak RSD Mangusada Kabupaten Badung

 

 

 

 

 

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN STUNTING?

Stunting atau perawakan pendek merupakan gangguan pertumbuhan yang sebagian besar disebabkan oleh masalah nutrisi kronis sejak bayo dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah ank berusia 2 tahun. Menurut Kemenkes RI, balita pendek atau stunting bisa diketahui bila seorang balita sudah diukur panjang atau tinggi badannya, lalu dibandingkan dengan standar, dan hasil pengukurannya ini berada pada kisaran di bawah normal.

 

BAGAIMANA CARA MENDETEKSI STUNTING?

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hal yang seharusnya selalu dipantau pada setiap kunjungan ke dokter. Pemantauan pertumbuhan anak biasanya dilakukan dengan memplot berat badan dan tinggi badan ke dalam suatu kurva pertumbuhan. Seorang anak dikatakan pendek  jika tinggi badan atau panjang badan menurut usia lebih dari dua standar deviasi di bawah median kurve standar pertumbuhan anak WHO.

 

FAKTOR APA SAJA YANG MEMPENGARUHI STUNTING?

Stunting disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik. Faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan stunting antara lain status gizi ibu, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi pada anak. Faktor iingkungan merupakan aspek penting yang masih dapat diintervensi sehingga stunting dapat diatasi.

Selain disebabkan oleh lingkungan, stunting juga dapat disebabkan oleh faktor genetik dan hormonal. Akan tetapi, sebagian besar stunting disebabkan oleh malnutrisi.

 

BAGAIMANA CIRI-CIRI ANAK STUNTING ?

  • Keterlambatan pertumbuhan
  • Performa buruk pada tes perhatian dan memori belajar
  • Tanda pubertas terlambat
  • Anak menjadi pendiam, sulit melakukan eye contact saat usia 8-10 tahun
  • Wajah tampak lebih muda dari usianya
  • Mudah mengalami penyakit infeksi

 

APA DAMPAK DARI STUNTING?

  • Jangka pendek adalah terganggunya perkembangan otak,kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh
  • Dalam jangka panjang akibat buruk yang dapat ditimbulkan adalah menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, dan resiko tinggi untuk munculnya penyakit diabetes, kegemukan, penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke, dan disabilitas pada usia tua.
    Kesemuanya itu akan menurunkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, produktifitas, dan daya saing bangsa.

 

KAPAN SEBAIKNYA DETEKSI DINI STUNTING INI DILAKUKAN?

Awal kehamilan sampai anak berusia dua tahun (periode 1000 Hari Pertama Kehidupan) merupakan periode kritis terjadinya gangguan pertumbuhan, termasuk perawakan pendek. Pada periode seribu hari pertama kehidupan ini, sangat penting untuk dilakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara berkala dan tentu saja pemenuhan kebutuhan dasar anak yaitu nutrisi, kasih sayang, dan stimulasi.

 

BAGAIMANA CARA MENGETAHUI GANGGUAN PERTUMBUHAN (STUNTING) PADA ANAK?

Acuan yang digunakan untuk tiap kelompok usia dapat berbeda. Saat ini Indonesia menggunakan kurva pertumbuhan milik Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan kurva dari Center for Disease Control Prevention (CDC,2000).Indikator yang umum digunakan di Indonesia adalah berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), meski ada juga indicator lain seperti tinggi badan menurut usia (TB/U), dan berat badan menurut usia (BB/U).

Indikator BB/TB menentukan status gizi anak dengan membandingkan berat dengan berat ideal menurut tinggi badannya, kemudian dapat diinterpretasikan sebagai obesitas, gizi lebih, gizi baik, gizi kurang, dan gizi buruk. Indikator TB/U membandingkan tinggi badan seorang anak dengan anak yang sama jenis kelamin seusianya. Interpretasinya adalah tinggi, normal, perawakan pendek, dan perawakan sangat pendek. Adapun indicator BB/U membagi anak menjadi berat badan normal, berat badan kurang, dan berat badan berlebih. Indicator ini membandingkan berat badan seorang anak dengan anak seusianya.

Untuk memastikan pertumbuhan sesuai dengan acuan, bawalah anak secara teratur ke layanan kesehatan. Bila curiga ada kelainan pertumbuhan, segera bawa anak ke dokter. Pastikan setiap kali anak diukur berat, panjang/tinggi badan, dan lingkar kepalanya, data diplot di kurva pertumbuhan yang sesuai agar dapat dinilai keadaannya saat ini. Bisa saja anak memiliki pertumbuhan normal sampai usia tertentu, tetapi terjadi gangguan setelahnya. Misalnya, seorang anak usia satu tahun tergolong gizi baik dengan tinggi badan sesuai usia, tepai kemudian mengalami infeksi berat sehingga pertumbuhan setelah usia satu tahun terhambat.

 

APAKAH SEMUA ANAK PERAWAKAN PENDEK DISEBUT STUNTING ?

Seorang anak diklasifikasikan sebagai perawakan pendek jika panjang badan atau tinggi badan menurut umur berada dibawah Zscore –2 WHO Growth Standard. Perawakan sangat pendek jika panjang badan atau tinggi badan menurut umur berada dibawah Zscore –3 WHO Growth Standard. Stunting jika perawakan pendek tersebut disebabkan oleh kondisi kesehatan atau nutrisi yang suboptimal. Stunting harus dibedakan dengan perawakan pendek lainnya oleh dokter spesialis anak untuk menentukan tatalaksana selanjutnya. Terkadang perawakan pendeng yang bukan perawakan pendek memerlukan terapi pemanjangan tungkai, sulih hormone atau sulih enzim.

 

APA YANG DAPAT DILAKUKAN ORANG TUA UNTUK MENGANTISIPASI PERAWAKAN PENDEK PADA ANAK?​

  1. Upaya tindakan antisipasi perawakan pendek sebaiknya dimulai dari masa kehamilan. Bagi ibu hamil, upaya yang dapat dilakukan yaitu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, menghindari asap rokok dan memenuhi nutrisi yang baik selama masa kehamilan antara lain dengan menu sehat seimbang, asupan zat besi, asam folat, yodium yang cukup.
  2. Melakukan kunjungan secara teratur ke dokter atau pusat pelayanan kesehatan lainnya untuk  memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu :
  • setiap bulan ketika anak anda berusia 0 sampai 12 bulan
  • setiap 3 bulan ketika anak anda berusia 1 sampai 3 tahun
  • setiap 6 bulan ketika anak anda berusia 3 sampai 6 tahun
  • setiap tahun ketika anak anda berusia 6 sampai 18 tahun

 

  1. Memberikan ASI eksklusif sampai anak anda berusia 6 bulan dan pemberian MPASI yang memadai
  2. Mengikuti program imunisasi dasar dan tambahan

 

BAGAIMANA CARA MENGINTERVENSI STUNTING?

  1. Ibu hamil mendapatkan minimal 90 tablet selama kehamilan
  2. Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil
  3. Pemenuhan gizi
  4. Persalinan dengan dokter atau bidan yang ahli.
  5. Inisiasi menyusui dini
  6. Berikan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan
  7. MPASI untuk bayi 6 bulan – 2 tahun
  8. Berikan imunisasi dasar lengkap dan vitamin A
  9. Pantau pertumbuhan Balita di Posyandu terdekat
  10. Perilaku hidup bersih dan sehat

 

APAKAH RTUNTING MASIH BISA DIATASI DAN DIPERBAIKI?

Sayangnya, stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan yang tidak bisa dikembalikan seperti semula. Maksudnya, ketika seorang anak sudah stunting atau pendek sejak ia masih balita, maka pertumbuhannya akan terus lambat hingga ia dewasa. Saat puber, ia tidak dapat mencapai pertumbuhan maksimal akibat sudah terkena stunting di waktu kecil. Meskipun, Walaupun diberikan makanan yang kaya akan gizi, namun tetap saja pertumbuhannya tidak dapat maksimal.

Namun, tetap penting bagi orangtua memberikan berbagai makanan yang bergizi tinggi agar mencegah kondisi si kecil semakin buruk dan gangguan pertumbuhan yang ia alami semakin parah. Oleh karena itu, sebenarnya hal ini dapat dicegah dengan cara memberikan nutrisi yang maksimal saat awal-awal kehidupannya, yaitu 1.000 hari pertama kehidupan.

 

KESIMPULAN

Stunting adalah perawakan pendek yang diakibat oleh kondisi kesehatan yang suboptimal terutama kuantitas dan kualitas asupan makanan yang salah. Stunting akan berdampak pada kecerdasan anak serta risiko timbulnya penyakit degeneratif (obesitas, DM, penyakit jantung koroner, dll) dikemudian hari. Stunting dapat dicegah dengan memperhatikan kuantitas dan kualitas protein yang dikonsumsi balita. Batita dianjurkan mengonsumsi 1,1 g protein/kg BB yang berkualitas tinggi (mengandung asam amino esensial lengkap) setiap hari, yang didapat dari sumber hewani, yaitu daging (sapi,ayam,ikan), telur atau susu.


Ikuti Kami

Jajak Pendapat

Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website Resmi Rumah Sakit Daerah Mangusada Kabupaten Badung?
    Responden : 73 Responden

Statistik Pengunjung

TOTAL HIT : 1936844

Pengunjung hari ini : 193

Total pengunjung : 255242

Hits hari ini : 526

Total Hits : 1936844

Pengunjung Online: 4

Statistik

Copyright © 2019 - All Right Reserved.